26 Kelompok Tampilkan Budaya Lokal di Event Jombang Culture Carnival


Jombang, Memo –

Jombang Culture Carnival perdana digelar Pemkab Jombang. Sebanyak 26 kelompok masyarakat menampilkan berbagai bentuk kebudayaan asli kota santri.

Festival kebudayaan ini digelar di sepanjang Jalan KH Wahid Hasyim hingga ke Alun-Alun Kabupaten Jombang. Jalan sepanjang 1 Km itu disulap bak catwalk dalam peragaan busana. Setiap sisi kiri kanan jalan dipagar besi sehingga masyarakat dapat menikmati pertunjukkan dengan tertib.

Bacaan Lainnya

Sebanyak 26 kelompok masyarakat mulai dari pelajar, kantor pemerintahan hingga organisasi kemasyarakatan ikut andil dalam memeriahkan Jombang Cultur Carnival ini. Seperti namanya, acara ini khusus menampilkan kebudayaan asli Jombang.

Seperti budaya Unduh-Unduh Mojowarno yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh Kemendikbud RI, Kum-Kum Sinden Sendang Made, wayang potehi dan banyak lainnya. Peserta yang mengikuti acara tersebut berjalan sembari meragakan kesenian yang diperagakan mulai dari depan Makodim 0814/Jombang menuju panggung kehormatan di Alun-Alun Jombang.

Di depan panggung kehormatan, para peserta kembali meragakan kebudayaan yang mereka bawakan. Seperti budaya Kum-Kum Sinden Sendang Made yang dibawakan oleh Srikandi dari Ormas Pemuda Pancasila (PP).

Bupati Jombang Mundjidah Wahab mengatakan, Jombang Culture Carnival ini merupakan rangkaian peringatan Hari Jadi Pemkab Jombang ke-112. Menurutnya, festival yang mengangkat kebudayaan asli Jombang itu merupakan upaya Pemkab Jombang untuk menciptakan daya saing daerah.

“Dengan adanya Jombang Culture Festival ini, masyakarat lebih tahu budaya-budaya lokal asli Jombang. Ternyata budaya Jombang ini sangat luar biasa. Yang tampil juga sangat luar biasa,” ujarnya kepada wartawan di lokasi, Minggu (30/10/2022).

Bupati perempuan pertama di Jombang ini menyebut, Jombang Culture Carnival ini akan digelar rutin setiap tahunnya. Tujuannya tidak lain untuk mengenalkan kebudayaan asli Jombang ke luar daerah.

“Paling tidak budaya lokal Jombang ini dikenal nasional. Dimana Jombang yang kota santri tapi budaya lokalnya luar biasa. Harapannya anak-anak generasi muda kita mencintai dan melestarikan budaya kita,” pungkasnya.(ADV/Pemkab Jombang/Farid)

Pos terkait