Cuaca Tak Menentu, Nelayan Situbondo Resah Tak Bisa Melaut

oleh -14 views

Situbondo MEMO
Cuaca yang tak menentu kerap terjadi belakangan ini, yang membuat nelayan di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur mula resah. Mereka khawatir tidak bisa menangkap ikan di laut untuk dijual, guna menghidupi kehidupan sehari hari.

Sementara beban ekonomi terus berjalan dan tidak bisa untuk kompromi. Rodianto (34) nelayan Kalbut, Kecamatan Mangaran, Situbondo mengatakan, cuaca yang tak menentu dan menyebabkan tangkapan ikannya menurun. Pastinya, berpengaruh pada pendapatan kesehariannya.

Bila cuaca bersahabat, jelas Rodianto, ia mampu membawa pulang uang antara Rp 200 hingga Rp 250 ribu. Bila saat musim panen tiba, penghasilannya bisa meningkat hingga Rp 350 ribu.

“Tetapi, untuk sekarang cuaca sudah mulai memburuk, seharinya hanya bisa memberikan uang Rp 150 ribu untuk istri, ” kata Rodianto, Selasa (9/4/2019).

Menurut Rodianto cuaca udah mulai tak menentu cuaca menandakan masih dimusim penghujan. Meskipun jarang turun hujan cukup mengkhawatirkan para nelayan Situbondo karena mereka tak bisa menangkap ikan.

Sama hal nya juga dituturkan oleh Suwatun (56), pelaku usaha pengelola ikan kering, meskipun panas mentari juga mempengaruhi kualitas penjemuran. Ikan kecil-kecil tidak laku untuk dijual.

“Kalau musim kemarau, ikan kecil-kecil dalam kondisi basah dijual Rp10 ribu per kilogram, bila kering mencapai Rp30 ribu,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Situbondo Ir Eko Wahyudi Mengatakan, program penguatan kapasitas nelayan khususnya, merupakan alternatif ekonomi saat kondisi cuaca dan laut tidak memungkinkan untuk menangkap ikan.

Pihaknya terus membuat terobosan dalam memfasilitasi kebutuhan masyarakat nelayan saat menghadapi situasi sebagai dampak perubahan iklim.

“Pemerintah setempat fokus terhadap pengelolaan risiko dampak perubahan iklim serta situasi yang dihadapi oleh nelayan di Situbondo, akan coba mencarikan solusi permasalahan ini, “ujarnya.


Ia juga menambahkan, untuk antisipasi ekonomi menghadapi dampak perubahan iklim, dapat dilakukan dengan mensiasati penjualan ikan hasil tangkapan. Nelayan diminta untuk tidak menjual seluruh hasil tangkapan, menyisihkannya untuk dijadikan produk hasil olahan ikan yang memiliki nilai ekonomis lebih tinggi.( edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *