Kisah Bonar, Teman Tuli yang Buktikan Bahwa Keterbatasan Bukan Pembatas

oleh -17 views
Kisah Bonar, Teman Tuli yang Buktikan Bahwa Keterbatasan Bukan Pembatas

Memo
Jika Anda adalah pelanggan transportasi online, lantas ketika sudah mendapatkan alokasi kendaraan, pengemudi Anda menulis pesan bahwa dirinya tuli, apa yang ada di benak Anda?

Mungkin tanggapannya beragam. Tapi di benak mitra pengemudi bernama Bonar Bangun Simanjuntak yang merupakan teman tuli, hanya satu yang terbayang: Dia bisa bekerja dan beribadah untuk menafkahi istri dan menunjang masa depan anak perempuannya. Menyambut Hari Disabilitas Internasional pada 3 Desember 2019, kisah Bonar bisa jadi inspirasi bagi kita.

Bonar mengaku selalu mengirim pesan kepada penumpangnya tentang kondisinya yang tuli. Dia mengaku menerima segala tanggapan. Dan sejauh ini, dia tidak pernah merasa dirugikan.

Bonar adalah teman tuli pertama di Bandung yang menjadi mitra GrabBike. Dia bergabung bersama Grab sejak April 2017. 

Di tengah keterbatasan yang dimilikinya, Bonar tidak pernah merasa ruang geraknya dibatasi. Dia bahkan ingin mendobrak perspektif bahwa teman tuli berbeda dengan mereka yang tidak tuli. Salah satu buktinya adalah keterlibatan dia menjadi mitra GrabBike, dimana ia terus produktif dan bisa berkarya.

“Saya tidak merasa minder. Saya berani. Saya merasa percaya diri dan merasa kuat juga,” ujar lelaki berusia 30 tahun itu menggunakan bahasa isyarat.

Niat teguh Bonar untuk bekerja bagi orang-orang yang dicintainya tak pernah luntur. Dia bekerja mulai pukul 4 subuh hingga 10 malam. Hal itu dilakukannya setiap hari.

Keluarganya pun senang karena dia diberikan kesempatan untuk menafkahi mereka. Selain itu, hal itu dilakukan untuk menunjang masa depan anaknya yang baru berusia 5 tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *