Lahan Produktif di Situbondo Terancam Berkurang Akibat Alih Fungsi

oleh -5 views

Situbondo, MEMO
Lahan produktif terutama area persawahan di Kabupaten Situbondo, terancam akan mengalami penyusutan. Sekitar 2.000 hektare sejak tahun terakhir ini digunakan untuk keperluan industri, pergudangan, dan perumahan.

Semula luas sawah 10.000 haktare kemudian menjadi 8000 hektare,” kata Ir Farid Kuntadi, kepala Dinas Pertanian Pemkab Situbondo ,Senin(15/4/2019).

Ia mengatakan, bahwa lahan yang berkurang itu bagian sawah yang produktif. Namun kebutuhan lahan untuk industri dan perumahan sudah tidak dapat dielakan karena memang dijual oleh pemilik kepada pengusaha atau investor lokal.

Menurutnya, para pengusaha membangun pergudangan serta kompleks perumahan yang berada di Kecamatan Panji, desa sumber kolak kecamatan Panarukan dan Kelurahan Mimbaan, Situbondo dan masih banyak di kecamatan lainnya yang sudah di kuasai pengusaha atau pengembang proyek perumahan dan pergudangan.

“Kami tidak dapat menolak pemilik lahan untuk menjual kepada pengusaha karena itu merupakan hak mereka,” katanya.

Pihaknya hanya menganjurkan agar petani tidak menjual lahan produktif tersebut bila memang tidak ada keperluan mendesak atau penting untuk biaya anak sekolah atau kebutuhan lain.

Lebih jauh Farid mengatakan, Masyarakat Situbondo, jika pengaturannya diserahkan ke pihak ketiga maka dikhawatirkan lahan lahan produktif di Situbondo akan berkurang.

Namun, masih lanjut Farid, kebutuhan lahan untuk industri dan perumahan sudah tidak dapat dielakkan karen sang pemilik lahan dijual oleh pemiliknya kepada pengusaha.

Sementara itu, Kepala Bapeda Situbondo, H Haryadi menjelaskam, tata ruang dilakukan sebelumnya terlebih dahulu menyatakan sepakat jika alih fungsi yang dilakukan tidak boleh melanggar aturan yang berakibat rusaknya lingkungan.

“Tata ruang dilakukan atas dasar sosialisasi dan kesepakatan dari para pemilik lahan yang hendak dijual Kalau Situbondo melayani dengan baik investor pasti akan memilih Situbondo sebagai home base utama bisnis mereka. Bahkan yang berskala nasional,” pungkasnya.(Edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *