Nasim Khan Nyatakan Kelangkaan Pupuk Bersubsidi Tidak Ada Unsur Politis

oleh
Nasim Khan Nyatakan Kelangkaan Pupuk Bersubsidi Tidak Ada Unsur Politis

Situbondo, Memo
Kelangkaan pupuk sering menjadi pertayaan bahwa kekurangan pupuk bersubsidi beredar isu darai beberapa kalangan karena di manfaatkan adanya situasi politik yakni didalam nuansa pilkada di setiap daerah itu tidak benar.

” Hampir 2 atau 3 bulan ini pihaknya telah menerima aspirasi melakukan reses bersama untuk tiga kabupaten di jawa timur yakni Situbondo, Bondowoso dan Banyuwangi serta mengundang dari pihak distributor pupuk dan PT Metro Kimia Gresik dalam pembahasan bersama atas kelangkaan pupuk,” Kata Bang Nasim

Diterangkan olehnya, Mulai tahun 2018 .lalu kelangkaan pupuk sudah terjadi selanjutnya tahun 2019 kelangkaan pupuk bersubsidi masih terjadi, meskipun terjadi penurunan, setelah memasuki tahun 2020 kelangkaan pupuk itu di sebabkan karena memang ada pengurangan dari pusat.

lebih Jauh Pokitisi F-PKB ini menguraikan bahwa Kelangkaan anggaran pupuk bersubsidi yang terjadi diseluruh Indonesia karena anggaran APBN di kemetrian mengalami pengurangan disebabkan untuk penaggulangan Covid-19 dan ini di rasakan diseluruh Indonesia tidak hanya di kabupaten Situbondo.

“Alhamdulilkah setelah kami melakukan rapat bersama mitra dibawa regulasi komisi VI DPR -RI hingga presiden mendegarkan aspirasi rakyat dan kini bisa mendapatkan tambahan 1 juta Ton pupuk subsidi, karena ujung tombak kita adalah petani jadi tidaknada isu-isu kelangkaan pupuk karena faktor kepentingan politik,” ujarnya melalui interaktif Whatshapp.

Dijelaskan, PT Pupuk Indonesia (Persero) mendapat tambahan alokasi pupuk subsidi sekitar Rp3,1 triliun yang setara dengan 1 juta ton pupuk guna mengatasi kelangkaan komoditas strategis itu yang terjadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *