Sidak Lokalisadi GS Situbondo, DPRD temukam seorang PSK terjangkiit HIV/ AIDS

oleh
Sidak Lokalisadi GS Situbondo, DPRD temukam seorang PSK terjangkiit HIV/ AIDS

Situbondo, MEMO
Seperti yang tertuang dalam peraturan daerah (Perda) nomor 27 tahun 2004, tentang larangan praktik prostitusi, Komisi IV DPRD kabupaten Situbondo melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke eks lokalisasi Gunung Sampan (GS), sabtu (25/5/2019) di temukan adqnya seorang prkerja Sek terjangkit HIV/AIDS.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Situbondo Janur Sastra Ananda mengatakan, ada banyak temuan dalam Sidak ke eks lokalisasi Gunung Sampan (GS), salah satunya adalah adanya PSK yang terjangkit dengan penyakit HIV/AIDS.

“Dalam sidak ini kami menemukan seorang PSK yang ternjangkit HIV/ AIDS, ini kamin khawatir , penyakit akan khawatir menular, sehingga PSK tersebut harus dipulangkan ke tempat asalnya yakni di Kabupaten Kediri, Jawa Timur,”ujar Janur Sastra Ananda.

Menurutnya, Sidak ke eks lokalisasi GS Kotakan, Situbondo sengaja dilakukan, dengan sebagai evaluasi terhadap Perda nomor 27 Tahun 2004, tentang larangan prostitusi di Kota Situbondo, karena sudah selayaknya Perda nomor 27 Tahun 2019. Sebab, didalam Perda terdapat hal-hal yang kurang sesuai dengan upaya larangan prostitusi.

”Seperti dalam hal anggaran. Untuk anggaran Satpol PP selama satu tahun hanya Rp.30 juta, sekali melakukan operasi hanya diberi uang makan. Bukan hanya masalah anggarannya yang ditambah, karena Satpol PP merupakan penegak Perda,” kata Janur Sastra Ananda.

Lebih jauh pria yang akrab dipanggil Janur ini menambahkan, selain itu, didalam Perda nomor 27 tahun 2004 juga belum diatur tentang solusi atau langkah setelah dilakukan penertiban.

”Misalnya, PSK yang terjaring razia mau dikirim ke mana, dan sanksinya Masak hanya dinasehati dan diberi pembinaan. Selain itu, sanksi untuk penyedia juga tidak jelas. Makanya, Perda tentang larangan prostitusi harus dievaluasi, kembali” pungkasnya.

Jika dlam hal ini penutupan lokalisasi di tutup pemerintah belum memberikan ruang kerja buat mereka, namun jika hanya ditutup bisa saya namun pihaknya.khawatir akqn terjadi liarnya PSK di kabupaten Situbondo.(edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *