Tragedi Penganiayaan Santri: KPAI Minta Bantuan Kemenag Kediri!

MEMO SURABAYA, KEDIRI – Pasca-kasus penganiayaan yang menggemparkan di Pesantren Al Hanifiyah, KPAI meminta bantuan Kemenag Kediri untuk memberikan perlindungan dan pendampingan kepada para santri yang terdampak.

Permintaan KPAI dan Respons Kemenag Kabupaten Kediri terkait Kasus Al Hanifiyah

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) telah meminta bantuan dari Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kediri, Jawa Timur, untuk membantu menangani para santri di Pesantren Al Hanifiyah setelah kasus penganiayaan yang mengakibatkan kematian seorang santri.

Bacaan Lainnya

Kemenag Kabupaten Kediri telah berkoordinasi dengan berbagai instansi, termasuk Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APKB) serta dinas sosial, untuk memberikan bantuan kepada para santri yang terdampak. Komisioner KPAI, Aris Leksono Adi, menyatakan bahwa para santri membutuhkan pendampingan psikososial, trauma healing, dan penguatan mental. Selain itu, layanan konsultasi psikis juga akan disediakan bagi para santri yang memerlukan.

Terkait dengan kabar pemindahan santri karena pesantren tersebut belum memiliki izin operasi, Aris Leksono Adi menekankan perlunya pemikiran yang matang karena pemindahan santri bukanlah hal yang mudah dan memerlukan proses yang panjang. Ia mengajak untuk berpikir objektif dengan melakukan assessment awal untuk memetakan masalah dan kebutuhan para santri. Dari situ, akan diketahui langkah intervensi yang tepat dan objektif sesuai dengan kebutuhan masing-masing santri.

Pos terkait

Post ADS 1